Bisakah Bekerja dari Rumah

Bisakah Bekerja dari Rumah Memicu Sakit Kepala?

Bisakah Bekerja dari Rumah Memicu Sakit Kepala? Bekerja dari rumah telah menjadi kebiasaan baru bagi banyak dari kita masyarakat Indonesia. Selama dua tahun terakhir, pengaturan seperti itu telah menjadi standarr, dengan banyak tempat kerja memilih untuk menjaga keamanan karyawan mereka dengan membiarkan mereka bekerja dari jarak jauh. Meskipun berada jauh dari kantor memang ada manfaatnya, bagi sebagian dari kita itu bisa, secara harfiah, menjadi sakit kepala! Baca terus untuk mengetahui alasannya, dan kapan kamu harus melakukan sesuatu untuk mengatasi rasa sakit di kepala kamu.

 

Sakit Kepala dan Migrain: Ketahui Perbedaannya

Bisakah Bekerja dari Rumah Memicu Sakit Kepala? Sebagian besar waktu, sakit kepala bukanlah tanda bahwa ada sesuatu yang salah. Mereka adalah masalah umum yang banyak dari kita akan alami di beberapa titik dalam hidup kita. Sakit kepala ditandai dengan rasa sakit di kepala atau wajah, dengan sensasi mulai dari berdenyut hingga konstan, tajam atau tumpul. Sebelum kamu terlalu khawatir, pahami perbedaan antara sakit kepala dan migrain – yang pertama biasanya tidak perlu dikhawatirkan, tetapi yang terakhir biasanya lebih serius.

Sakit kepala yang umum atau sakit kepala tegang biasanya terjadi di kedua sisi kepala, dengan intensitas ringan hingga sedang. Di sisi lain, Migrain biasanya terjadi di satu sisi kepala dengan mual dan muntah, dipicu oleh suara keras atau cahaya terang. Ini lebih sering terjadi pada pasien muda, dan wanita lebih sering mendapatkannya daripada pria. Migrain bersifat episodik di mana setiap serangan dapat berlangsung selama berjam-jam hingga berhari-hari.

 

Pemicu Umum, dan Mengapa Bekerja Dari Rumah Mungkin Menjadi Penyebabnya

Migrain dapat disebabkan oleh berbagai kemungkinan pemicu, seperti cahaya terang, suara keras, perubahan hormonal, kurang tidur, puasa, dan jenis makanan tertentu. Namun, belakangan ini, dokter telah memperhatikan migrain yang dipicu oleh perubahan gaya hidup dan kebiasaan – khususnya, yang disebabkan oleh pengaturan kerja dari rumah.

Dalam pengalaman pribadi masyarakat Indonesia selama masa pandemi dan lockdown, banyak kasus migrain dan sakit kepala karena perubahan gaya hidup atau jam kerja yang panjang dari rumah.

Misalnya, bekerja dari rumah mengharuskan sebagian dari kita untuk menghabiskan waktu lebih lama dari biasanya di depan layar komputer yang terang, yang mengarah ke episode migrain yang terkait dengan tingkat waktu layar yang tinggi. Pikirkan waktu yang dihabiskan untuk menjawab email, mendengarkan Teams virtual atau rapat Zoom, mengikuti episode terbaru dari drama favorit  atau bermain game online dengan teman.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *